Selasa, 08 Mei 2012

Buat Apa Anggota DPR Punya Senjata Api
 
 Sejumlah anggota DPR memiliki senjata api
MEDIA INFORMASI - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Tubagus Hasanuddin, mengaku prihatin dengan maraknya penggunaan senjata api. Dia meminta kepemilikan senjata api, termasuk yang dimiliki koleganya, segera ditertibkan.

"Tarik senjata api dari sipil dan tertibkan yang dipegang oleh aparat," kata  Hasanuddin  .

Menurut dia, seharusnya senjata api hanya dipegang oleh aparat. Selebihnya, senjata-senjata itu sangat rawan digunakan untuk tindak kejahatan.
"Ini sekarang terbalik, sipil pun diperbolehkan bawa senjata. Jumlahnya sudah terlalu banyak," ujar Hasanuddin. "Sekarang ini kan ribuan senjata berkeliaran di sipil, saya tidak setuju."

"Tarik saja dan larang penggunaan senjata oleh sipil. Lalu, polisi tingkatkan perlindungan kepada masyarakat sipil dari kejahatan," lanjut Hasanuddin.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini juga mengritik kepemilikan senjata api oleh sejumlah anggota dewan. "Ada anggota dewan memegang senjata, pengacara juga. Buat apa anggota DPR memegang senjata api?" katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, mengatakan sejumlah anggota dewan memiliki senjata api. Sesungguhnya, menurut dia, mereka tak perlu memilikinya.

"Saya mendengar ada beberapa orang anggota DPR yang memiliki senpi. Tapi saya tidak tahu dia komisi berapa. Yang saya dengar, ada beberapa yang memiliki dan itu ada izin resminya," kata Pramono.

"Pokoknya ada, fraksinya tahu." ujar politisi PDIP bersikukuh tidak menyebut nama.

Keterangan Pramono itu juga diakui oleh  Mabes Polri yang mengeluarkan izin kepemilikan senjata. Bahkan, saat ini Mabes Polri tengah mempertimbangkan penarikan senjata api oleh anggota dewan itu.

"Tidak banyak yang memiliki. Tapi kami dapat mempertimbangkan penarikan itu," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution.

Senin, 07 Mei 2012

Hayono Isman: Bila Tersangka, Anas Berhenti
 
 Anas Urbaningrum di KPK
MEDIA INFORMASI - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman menegaskan bahwa bila status Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjadi tersangka, maka Anas tidak bisa lagi duduk di kursi kepengurusan partai. Demokrat mengaku terganggu dengan kasus-kasus yang terus mendera.

"Sikap kami jelas bahwa  siapa pun pengurus apakah di departemen, pengurus harian, termasuk Ketua Umum apabila jadi tersangka maka otomatis berhenti sebagai pengurus," kata Hayono Isman di gedung DPR, Jakarta, Senin 7 Mei 2012.

Menurut Hayono, tidak perlu digelar Kongres Luar Biasa bila kasus ini menyeret Anas Urbaningrum menjadi tersangka. Karena Demokrat memiliki struktur untuk mengurus soal itu yakni di Majelis Tinggi.

"Tidak harus sampai KLB. Bisa ke majelis tinggi, karena punya kewenangan untuk menunjuk ketua sementara. Semua kader siap menyelamatkan partai," ujar politisi Demokrat yang juga Wakil Ketua Komisi I Bidang Luar Negeri DPR ini.

Hayono mengakui bahwa kasus-kasus yang menjerat politisi Demokrat itu cukup mengganggu citra partai. Maka itu, Hayono mengimbau Komisi Pemberantasan Korupsi untuk tidak mengulur-ulur terus kasus ini. Segera tuntaskan. "Jangan lama-lama," kata Hayono mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini.

Nama Anas terus disebut dalam kasus proyek pembangunan pusat olahraga Hambalang, Bogor, Jawa Barat, senilai Rp1,2 triliun. Anas sendiri sudah beberapa kali membantah terlibat kasus dugaan korupsi.

Anas juga membantah disebut sebagai calo sertifikat tanah untuk membebaskan lahan. Dalam kasus ini, KPK juga sudah memeriksa istri Anas yang juga menjabat komisaris di PT Dutalaras.

Minggu, 06 Mei 2012

Ical: Menangi Gubernur Dulu, Baru Nanti Menang Terus
Aburizal Bakrie (Foto:Ist)
Aburizal Bakrie
JAKARTA- Kader Kosgoro 1957 mendukung Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie  untuk maju dalam pemilihan presiden dari Partai Golkar pada 2014 mendatang.

Menanggapi hal itu, Pria yang akrab disapa Ical ini, hanya tersenyum. Terlebih ketika dia ditanya soal pemilihan presiden untuk tahun 2014 oleh seorang pembawa acara gerak jalan santai Kosgoro 1957 tahun 2012di Monumen Nasional, Minggu (6/5/2012).

Bagaimana pak Ical untuk Pilpres 2014?

"Pokoknya jalan santai dulu, rilek aja dulu. Kita menangi Gubernur dulu, baru nanti akan menang terus," ucap Ical.

Hari ini, Ratusan kader Kosgoro 1957 berserta segenap warga Jakarta melakukan gerak jalan mulai dari Monumen Nasional (Monas) sampai Bunderan Hotel Indonesia (HI). Selain Ical, nampak juga hadir pasangan Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Alex Noerdin dan Nono Sampono di acara itu.

Sabtu, 05 Mei 2012

"Tak Mau Dihempas Angin, Jadi Rumput Saja"
 Kampanye Golka
MEDIA INFORMASI - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, mengatakan tidak ada masalah internal partainya. Seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar tingkat provinsi dan kota/kabupaten se-Indonesia, kompak mendukung.

Meski begitu, diakuinya, memang ada pihak-pihak tertentu di luar itu yang sengaja menciptakan opini bahwa sedang ada masalah di dalam organisasi partai kuning itu. Namun, hal itu wajar karena Golkar sebagai partai populer.
"Banyak yang menggoda (kesolidan Partai Golkar). Ada yang menciptakan (situasi) seolah Golkar pecah," ujarnya saat membuka Rapat Kerja Daerah Partai Golkar Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 5 Mei 2012.

Tetapi, imbuhnya, hal itu bukan masalah bagi Partai Golkar. Ia menganalogikan partainya seperti pohon yang dihembus angin. "Kalau tidak mau dihempas angin, lebih baik jadi rumput. Tapi, rumput diinjak-injak," ujarnya.

Semua media massa sekarang juga menyorot pencapresan Partai Golkar. "Itu yang terjadi sekarang. Kalau partai lain, tidak dilihat (disorot). Itu tanda Golkar makin populer, makin kuat. Jadi iklan gratis juga bagi Golkar," tuturnya.

Ia secara khusus menyinggung seorang kader Golkar di Aceh yang menyoal mekanisme penetapan capres dari Partai Golkar. Bahkan, mengklaim mengatasnamakan DPD II Partai Golkar se-Indonesia. Padahal, dia melanjutkan, DPD II atau pun DPD I se-Indonesia telah mendukung sepenuhnya hasil keputusan Rapimnas II tahun 2011.

"DPD Golkar Aceh pun, sudah menyatakan mendukung. Artinya, memang tidak ada masalah (di internal Partai Golkar)," paparnya. Jika masih ada yang menyoal mekanisme pencapresan, Aburizal menyarankan untuk membaca kembali keputusan-keputusan Rapimnas II. Sebab, hal itu merupakan konstitusi partai yang dihasilkan dari forum tertinggi kedua setelah Munas.

Jumat, 04 Mei 2012

Sutan Bhatoegana Tak Kecewa dengan Angie
Sutan Bhatoegana
MEDIA INFORMASI – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, hari ini menemui Angelina Sondakh. Ia menjenguk tersangka kasus suap pembahasan anggaran proyek Wisma Atlet dan anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional tersebut, di Rumah Tahanan KPK. 

Ia mengaku memberikan dukungan dan menunjukan simpati kepada Angie yang juga sesama kader Demokrat. Anggota Komisi Energi itu berharap Angie bisa tabah menghadapi kasusnya.

“Saya hanya menyampaikan bagaimana cara kita bersimpati kepada beliau. Beliau harus tabah menghadapi semua itu saja,” kata Sutan di kantor KPK, Jakarta, Jumat 4 Mei 2012.

Sutan juga menceritakan kedekatannya dengan Putri Indonesia tahun 2001 itu. Ia mengaku yang menerima Angelina masuk ke dalam Partai Demokrat  berkat ajakan Sys NS, yang tak lain salah satu deklarator Partai Demokrat.

Namun, ketika kini Angie terseret kasus korupsi dan ditahan KPK, Sutan mengaku tidak kecewa. Ia justru memberikan dukungan moril kepada istri mendiang Adjie Massaid dalam menghadapi kasusnya.

"Dia (Angie) mengatakan kepada saya, 'ternyata politik begini seram ya bang'. Saya bilang ini saya dulu di DPR tahun 2004-2005 sudah hampir mau keluar saya. Untung saja Prof Ihsan Tanjung bilang lebih bagus pak Sutan berteriak di dalam masih ada yang dengar, daripada di luar. Kita perbaiki dari dalam," katanya.

Kamis, 03 Mei 2012

Dua Konsep Dasar Aburizal Jika Jadi Capres
 Aburizal Bakrie
MEDIA INFORMASI - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie memiliki dua konsep dasar jika dirinya nanti maju sebagai calon presiden (capres). Dua konsep tersebut adalah kemandirian dan kesejahteraan.

"Untuk jadi capres tentu ada saya punya konsep, yaitu Indonesia yang mandiri dan Indonesia yang sejahtera," ujar Ical menjawab pertanyaan seorang kader Golkar asal Kalimantan Selatan di kediamannya di Jakarta, hari ini.

Mandiri, kata Ical terkait kemandirian ekonomi yang tidak bergantung asing dan ekonomi yang kuat. Mandiri juga menyangkut aspek pertahanan bangsa.

"Kita harus jadi bangsa besar dan kuat, sehingga tidak ada bangsa lain yang berani mengatakan kita Indon," ujarnya.

Kini Ical mengaku sedang menggodok konsep ekonomi dengan para tokoh dan pakar ekonomi. Salah satu contohnya adalah saat focus group discussion dengan tokoh-tokoh ekonomi di DPP Partai Golkar kemarin.

Selain itu, Ical juga merumuskan konsep kesejahteraan yang fokus pada mengangkat kalangan miskin. Pemerataan kesejahteraan dan pembangunan akan diusahakannya sampai ke pelosok negeri.

Ini akan diselaraskan dengan konsep perekonomian yang sedang di susun. Dia mengatakan Indonesia harus menjadi negara kesejahteraan sebagaimana amanat konstitusi.

"Jangan pertumbuhan tinggi tapi yang tinggi hanya pendapatan orang-orang kaya saja. Yang penting pendapatan orang-orang miskin bisa meningkat dengan cepat," ujarnya.

Hal itulah, kata Ical yang akan ditawarkan Partai Golkar pada masyarakat. Dia optimistis dengan konsep jelas dan perjuangan kader, maka kemenangan pemilu legislatif dan pilpres akan ada di pihaknya.

"Insya Allah kami berjuang untuk kemenangan partai, untuk kemenangan presiden. Tapi tujuannya bukan itu. Ini untuk legitimasi mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Rabu, 02 Mei 2012

Anas: Belum Waktunya Demokrat Bicara Capres
Anas Urbaningrum (Foto: Koran SI)
Anas Urbaningrum
GARUT - Meskipun beberapa parpol telah mendeklarasikan calon yang akan diusung dalam Pilpres 2014, namun Partai Demokrat menganggap, saat ini, bukan waktu yang tepat.

"Sekarang belum waktunya PD bicara Capres dan Cawapres. Kalau partai lain sudah bicara dan menyiapkan diri, kami menghormatinya," kata Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kepada wartawan di Garut, Jawa Barat, Rabu (02/05/2012).

Alasan Partai Demokrat belum mendeklarasikan Capres karena menganggap masih terlalu dini. Momentum Pemilu masih dua tahun lagi.

"PD itu sudah tegas posisinya, sikapnya. Tahun 2010-2013 adalah tahun kerja keras. Tahun 2014 adalah tahun politik. Karena itu PD akan membicarakan soal Capres dan Cawapres nanti 2014," jelasnya.

Lebih lanjut, Anas mengungkapkan bahwa Capres yang akan diusung oleh Partai Demokrat akan dideklarasikan setelah masa pemilu legeslatif berakhir.

"Kami berkeyakinan bahwa Capres resminya pasti akan muncul setelah Pileg 2014. Karena siapa yang berhak mancalonkan itu pasti terkait dengan hasil Pileg," tandasnya.